Total 6,6 Juta Izin Umroh Dikeluarkan Selama Ramadhan

In this Feb. 24, 2020, photo, Muslim pilgrims pray near the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, as worshippers circumambulate around during the minor pilgrimage, known as Umrah in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia. Saudi Arabia halted Thursday, Feb. 27 travel to the holiest sites in Islam over fears of the global outbreak of the new coronavirus just months ahead of the annual hajj pilgrimage, a move coming as the Mideast has over 220 confirmed cases of the illness. (AP Photo/Amr Nabil)

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Kerajaan Arab Saudi mencatat sekitar 6,6 juta izin umroh  dikeluarkan selama bulan suci Ramadhan. Kementerian Haji dan Umroh menyebut adanya izin ini memungkinkan umat Islam untuk melakukan haji di Masjidil Haram, Makkah.

Bulan Ramadhan, yang berakhir pada Ahad (1/5/2022) kemarin, biasanya merupakan musim puncak untuk ritual umroh  dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah.

Dilansir di Gulf News, Jumat (6/5), saat ini untuk pelaksanaan sholat di Masjidil Haram tidak memerlukan izin. Namun, izin resmi tetap wajib untuk melakukan umroh .

Dalam unggahannya di Twitter, Kementerian mengatakan sekitar 146.736 izin dikeluarkan untuk pria Muslim dan 116.045 bagi wanita di periode yang sama, untuk mengunjungi Al Rawdah Al Sharifa atau tempat pemakaman Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Arab Saudi telah melihat peningkatan arus masuk peziarah selama Ramadhan 1443 H kemarin.

Kerajaan baru-baru ini diketahui melonggarkan langkah-langkah atau aturan untuk melakukan umroh, setelah sebagian besar melonggarkan pembatasan terhadap Covid-19.

Pihak berwenang telah mencabut beberapa tindakan pencegahan, termasuk menghapuskan syarat izin untuk sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kementerian Haji dan Umroh  juga mengatakan pemeriksaan imunisasi untuk memasuki kedua tempat suci telah dibatalkan untuk semua jamaah.

Arab Saudi baru-baru ini juga telah mengumumkan bahwa musim umroh 1443 Hijriyah bagi jamaah haji dari luar Arab Saudi akan berakhir pada 30 Syawal.

Dilansir dari laman Bernama pada Kamis (5/5/2022), Kementerian Haji dan Umroh  Arab Saudi dalam sebuah pernyataan pada Selasa (3/5/2022) mengatakan jaamaah dari luar kerajaan dapat mengajukan visa umroh  individu melalui platform yang disediakan oleh Arab Saudi.

Menurut pernyataan itu, kementerian akan segera mengumumkan tanggal aplikasi haji 1443 Hijriah dan prosedur terkait melalui saluran resmi kementerian.

Adapun selain dari 10 hari terakhir Ramadhan, Syawal masih menjadi waktu favorit bagi jamaah untuk melaksanakan umroh. Untuk itu bisa dikatakan ada dua waktu yang diburu jamaah untuk umroh, yaitu Ramadhan dan Syawal.

Sumber: gulfnews