Blog

Kemenag: Jamaah Masuk Asrama Haji Sudah Tes PCR

petugas-membantu-seorang-jamaah-calon-haji-saat-menaiki-pesawat_210609080727-571

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan jamaah melakukan tes PCR sebelum masuk asrama haji. Ketentuan tes ini berdasarkan kebijakan Saudi, yakni membawa hasil negatif PCR 72 jam sebelum keberangkatan.

“Tes PCR dilaksanakan sebelum masuk asrama, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” ucap Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Dirjen PHU Kemenag Saiful Mujab, dalam teks yang diterima Republika, Ahad (29/5/2022).

Mujab menyebut tes PCR dilaksanakan di rumah sakit daerah asal masing-masing jamaah. Dengan demikian, nantinya mereka masuk asrama haji sudah mengantongi hasil PCR negatif.

Di asrama haji, nantinya kondisi kesehatan jamaah akan langsung diamati dan dikontrol oleh petugas dari dinas kesehatan setempat. Salah satu yang menjadi perhatian terkait vaksin meningitis.

Hingga berita ini dibuat, Mujab juga menyampaikan jumlah jamaah yang sudah menerima dosis 1 vaksin Covid-19 sebanyak 400-an. Sementara untuk dosis kedua termasuk booster sebanyak 89 ribuan.

“Untuk dosis pertama sekitar empat ratusan, dosis kedua sudah 89 ribuan, termasuk booster,” lanjut dia.

Sehubungan dengan proses visa jamaah haji, ia menyebut saat ini masih dalam tahap permohonan atau request. Adapun jumlah visa yang masuk tahap ini merupakan jamaah kelompok terbang (kloter) awal, sekitar 30-an kloter.

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh sempat meminta jamaah haji agar melakukan tes usap PCR di embarkasi Asrama Haji. Hal ini disampaikan usai melakukan kunjungan kerja spesifik di Asrama Haji Surabaya, Rabu (25/5/2022).

“Usulannya, meminta mempersiapkan untuk tes PCR di Asrama Haji Sukolilo karena PCR dilakukan 72 jam sebelum keberangkatan di kabupaten kota masing masing,” ucap dia.

Adapun usulan itu ia sampaikan untuk mengantisipasi, apabila nantinya ada persoalan yang tidak terduga. Persoalan yang dimaksudkan antara lain jika terjadi penundaan atau tes PCR jamaah sudah lebih dari tiga hari dan harus dites lagi. Maka, hal ini disebut harus dipersiapkan di asrama haji.

Tim Advance Kemenag Bertolak ke Jeddah Pastikan Kesiapan Haji

garuda-Indonesia

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama memberangkatkan tim advance tahap I petugas haji Indonesia, Ahad (29/5/2022). Di Jeddah, mereka bertugas menyiapkan operasional penyelenggaraan haji kloter pertama, yang akan bertolak ke Jeddah pada 4 Juni 2022.

Direktur Jenderal PHU Kemenag Hilman Latief menyampaikan tim advance petugas haji Indonesia yang akan berangkat menuju Jeddah sebanyak dua tim, dengan jumlah petugas sebanyak 30 orang.

“Tim advance I berjumlah 14 petugas berangkat menuju Jeddah. Selanjutnya tahap dua akan berangkat pada Selasa, 31 Mei 2022 dengan jumlah 16 petugas,” kata dia dalam keterangan yang didapat Republika, Senin (30/5/2022).

Ia berharap tim tersebut bisa menjalankan tugas dengan lancar. Tak hanya itu, mereka juga diminta melihat secara detail kesiapan fasilitas yang akan digunakan untuk melayani jamaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi dan kesehatan.

Hilman mengatakan, tugas tim advance selama di Jeddah antara lain melakukan pengecekan tahap akhir, jelang kedatangan kloter pertama jamaah haji Indonesia. “Tim advance yang diberangkatkan bisa melakukan pengecekan ulang atau pengecekan akhir, berupa perbaikan fasilitas yang sudah dimintakan beberapa waktu lalu pada penyedia akomodasi, seperti ketersediaan mesin cuci, kondisi AC dan juga kelayakan lift,” lanjutnya.

Tugas lain yang dilakukan tim tersebut, yaitu melakukan kerja sama dan pendampingan dalam memastikan kelengkapan administrasi, kontrak-kontrak kerja, maupun kelengkapan dalam e-hajj. Mereka juga bertanggung jawab memastikan kesiapan tim dan infrastruktur di Daker bandara, Makkah, maupun Madinah.

“Selamat bertugas memberikan layanan terbaik agar jamaah bisa beribadah dengan baik, menggapai haji mabrur dan tentunya berkah,” ucap Hilman.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat didamping Kasubdit Petugas Haji Suvianto mengatakan tim advance ini diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Mereka yang berangkat terdiri dari para Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara, Kepala Bidang (Kabid) Layanan Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Kesehatan dan sejumlah pelaksana serta penghubung layanan. Ia menegaskan tim advance lebih dulu diberangkatkan untuk mengecek semua persiapan.

“Mereka yang berangkat lebih awal akan melakukan pengecekan dan memastikan seluruh layanan di Arab Saudi yang sudah dipersiapkan dengan maksimal, baik akomodasi, konsumsi, dan transportasi maupun kesehatan,” ujar Arsad. 

Ia lantas menyampaikan harapannya agar tim ini dapat memanfaatkan waktu dengan baik untuk koordinasi dengan segala pihak. Dengan waktu yang lebih awal, tim bisa melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penyelenggaraan ibadah haji yang ada di Saudi, baik ke Kementerian Haji, Muasassah, GACA, Naqabah, Wukala, Muasassah Adila, maupun stakeholder haji lainnya.

Petugas Haji Indonesia Daker Madinah dan Bandara disampaikan dijadwalkan terbang pada 1 Juni 2022. Sementara untuk petugas Daker Makkah akan terbang pada 9 Juni 2022.

Ibadah Haji dan Umrah Tak Terpengaruh Dampak Larangan Warga Saudi ke Indonesia

epa01394947 Picture made available on 25 June 2008, shows Muslim piligrims gathered near the Kabaa as they perform the Umrah piligrimage in the Grand Mosque Al-Haram Al-Sharif in the Islamic holy city of Mecca, Saudi Arabia, 24 June 2008. The Umrah is a pilgrimage to Mecca performed by Muslims, it can be undertaken at any time of the year, unlike the Hadj which is undertaken at a specific time every year. In Arabic Umrah means

JAKARTA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono menyebut aturan Arab Saudi yang melarang warganya berpergian ke Indonesia dan 15 negara lainnya tidak berpengaruh terhadap jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

“Jadi larangan itu tidak pengaruh ke haji (atau umrah),” kata dia kepada MNC Portal, Rabu (25/05/2022).

Menurutnya, larangan tersebut memang hanya diperuntukkan kepada warga Arab Saudi saja. Selain itu, ketentuan tersebut pun telah ada sejak Juli 2021 dan hingga kini masih belum dicabut.

“Yang dilarang kan warga negara saudi dan sebnarnya ketentuan tersebut sudah sejak juli 2021,” kata dia.

Diketahui, Arab Saudi masih melarang warganya untuk berpergian ke Indonesia dan 15 negara lainnya.

Hal ini dikarenakan berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi pada Sabtu 21 Mei 2022 lalu menyebutkan kasus Covid-19 dianggap masih tinggi di beberapa negara tersebut.

Sementara menurut laporan Saudi Gazette, lima belas negara lainnya yaitu Armenia, Afghanistan, Belarus, Ethiopia, Iran, India, Lebanon, Libya, Republik Demokratik Kongo, Suriah, Somalia, Turki,Vietnam, Venezuela dan Yaman

Miqat Makani bagi Jemaah Haji dan Umrah yang Berasal dari Indonesia

umroh-ilustrasi-_150105121024-567

Jakarta – Miqat makani termasuk dalam bagian dari wajib haji atau umrah. Miqat makani bagi jemaah haji yang berasal dari Indonesia dapat disesuaikan dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Miqat menjadi bagian wajib dalam rangkaian haji atau umrah karena merupakan tempat untuk melakukan ihram. Dengan kata lain, ibadah menjadi tetap sah bila jemaah haji atau umrah meninggalkannya namun wajib mengganti amalan tersebut dengan dam atau denda.

Sebagai batas untuk memulai ibadah haji atau umrah, miqat makani memiliki aturan tersendiri. Ketentuan batas tempat memulai ihram haji atau umrah telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam haditsnya dari Ibnu Abbas RA.


إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَقَّتَ لأَهْلِ الْمَدِينَةِ ذَا الْحُلَيْفَةِ ، وَلأَهْلِ الشَّأْمِ الْجُحْفَةَ ، وَلأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ الْمَنَازِلِ ، وَلأَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمَ ، هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ ، مِمَّنْ أَرَادَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ ، وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ ، حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ

Artinya: Dari Ibnu Abbas ra. berkata, “Rasulullah SAW. Menetapkan miqat bagi penduduk Madinah adalah Zulhulaifah, bagi penduduk Syam adalah Ju’fah, bagi penduduk Najd adalah Qarnul Manazil, dan bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam,” Nabi bersabda, “Itulah miqat bagi mereka dan bagi siapa saja yang datang di sana yang bukan penduduknya yang ingin haji dan umrah, bagi yang lebih dekat dari itu (dalam garis miqat), maka dia (melaksanakan) ihram dari kampungnya, sehingga penduduk Mekah ihramnya dari Mekah,” (HR Muslim).

Bagaimana aturan miqat makani bagi jemaah yang berasal dari Indonesia?

Miqat makani atau tempat jemaah haji dan umrah melakukan ihram bergantung pada urutan gelombang dari keberangkata jemaah. Mengutip dari Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag, berikut daftar lokasi miqat makani yang dilakukan oleh jemaah asal Indonesia.

1. Jemaah gelombang 1 yang mendarat di Madinah mengambil miqat di Bir Ali (Zulhulaifah).

2. Jemaah gelombang 2 bisa mengambil miqat di lokasi berikut:

a) Asrama haji embarkasi di tanah air. Berihram sebelum miqat masih dianggap sah menurut jumhur ulama seperti didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Umi Salamah RA.

“Dari Ummu Salamah RA Rasulullah SAW bersabda: ‘Siapa saja yang berihram haji atau umrah dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang dan pasti mendapat surga.'” (HR Baihaqi).

Namun, bagi jemaah yang telah memulai ihram dari asrama haji embarkasi wajib menjaga diri dari larangan ihram. Mulai dari perjalanan selama 8-11 jam hingga tahalul.

b) Dalam pesawat ketika pesawat melintas sebelum atau di atas Yalamlam atau Qarnul Manazil. Mengingat pesawat bergerak dengan kecepatan lebih dari 800 km/jam atau lebih dari 1 km/detik, jemaah hendaknya segera melaksanakan niat ihram setelah kru pesawat menyampaikan pengumuman.

c) Bandar Udara King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah. Lokasi ini dijadikan miqat sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa pada 28 Maret 1980 tentang keabsahan Bandara Jeddah dijadikan miqat lalu fatwa tersebut dikukuhkan kembali pada 19 September 1981.

Mengutip buku Peta Perjalanan Haji Dan Umrah karya Guz Arifin, miqat sendiri adalah garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak, atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melafadzkan niat dan maksud melintasi batas antara tanah biasa dengan Tanah Suci (Tanah Haram).

 

Sebab itu dikenal dua jenis miqat dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah, yaitu miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani merujuk pada batas waktu sementara miqat makani merujuk pada batas lokasinya.

Tim Advance Kemenag Bertolak ke Jeddah Pastikan Kesiapan Haji

umroh-ilustrasi-_150105121024-567

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama memberangkatkan tim advance tahap I petugas haji Indonesia, Ahad (29/5/2022). Di Jeddah, mereka bertugas menyiapkan operasional penyelenggaraan haji kloter pertama, yang akan bertolak ke Jeddah pada 4 Juni 2022.

Direktur Jenderal PHU Kemenag Hilman Latief menyampaikan tim advance petugas haji Indonesia yang akan berangkat menuju Jeddah sebanyak dua tim, dengan jumlah petugas sebanyak 30 orang.

“Tim advance I berjumlah 14 petugas berangkat menuju Jeddah. Selanjutnya tahap dua akan berangkat pada Selasa, 31 Mei 2022 dengan jumlah 16 petugas,” kata dia dalam keterangan yang didapat Republika, Senin (30/5/2022).

Ia berharap tim tersebut bisa menjalankan tugas dengan lancar. Tak hanya itu, mereka juga diminta melihat secara detail kesiapan fasilitas yang akan digunakan untuk melayani jamaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi dan kesehatan.

Hilman mengatakan, tugas tim advance selama di Jeddah antara lain melakukan pengecekan tahap akhir, jelang kedatangan kloter pertama jamaah haji Indonesia. “Tim advance yang diberangkatkan bisa melakukan pengecekan ulang atau pengecekan akhir, berupa perbaikan fasilitas yang sudah dimintakan beberapa waktu lalu pada penyedia akomodasi, seperti ketersediaan mesin cuci, kondisi AC dan juga kelayakan lift,” lanjutnya.

Tugas lain yang dilakukan tim tersebut, yaitu melakukan kerja sama dan pendampingan dalam memastikan kelengkapan administrasi, kontrak-kontrak kerja, maupun kelengkapan dalam e-hajj. Mereka juga bertanggung jawab memastikan kesiapan tim dan infrastruktur di Daker bandara, Makkah, maupun Madinah.

“Selamat bertugas memberikan layanan terbaik agar jamaah bisa beribadah dengan baik, menggapai haji mabrur dan tentunya berkah,” ucap Hilman.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat didamping Kasubdit Petugas Haji Suvianto mengatakan tim advance ini diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Mereka yang berangkat terdiri dari para Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara, Kepala Bidang (Kabid) Layanan Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Kesehatan dan sejumlah pelaksana serta penghubung layanan. Ia menegaskan tim advance lebih dulu diberangkatkan untuk mengecek semua persiapan.

“Mereka yang berangkat lebih awal akan melakukan pengecekan dan memastikan seluruh layanan di Arab Saudi yang sudah dipersiapkan dengan maksimal, baik akomodasi, konsumsi, dan transportasi maupun kesehatan,” ujar Arsad. 

Ia lantas menyampaikan harapannya agar tim ini dapat memanfaatkan waktu dengan baik untuk koordinasi dengan segala pihak. Dengan waktu yang lebih awal, tim bisa melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penyelenggaraan ibadah haji yang ada di Saudi, baik ke Kementerian Haji, Muasassah, GACA, Naqabah, Wukala, Muasassah Adila, maupun stakeholder haji lainnya.

Petugas Haji Indonesia Daker Madinah dan Bandara disampaikan dijadwalkan terbang pada 1 Juni 2022. Sementara untuk petugas Daker Makkah akan terbang pada 9 Juni 2022.

Ibadah Haji dan Umrah Tak Terpengaruh Dampak Larangan Warga Saudi ke Indonesia

suasana-ibadah-haji-di-musim-haji-tahun-lalu-1421_210525120747-871

JAKARTA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono menyebut aturan Arab Saudi yang melarang warganya berpergian ke Indonesia dan 15 negara lainnya tidak berpengaruh terhadap jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

 

“Jadi larangan itu tidak pengaruh ke haji (atau umrah),” kata dia kepada MNC Portal, Rabu (25/05/2022).

Menurutnya, larangan tersebut memang hanya diperuntukkan kepada warga Arab Saudi saja. Selain itu, ketentuan tersebut pun telah ada sejak Juli 2021 dan hingga kini masih belum dicabut.

 

“Yang dilarang kan warga negara saudi dan sebnarnya ketentuan tersebut sudah sejak juli 2021,” kata dia.

 

Diketahui, Arab Saudi masih melarang warganya untuk berpergian ke Indonesia dan 15 negara lainnya.

 

Hal ini dikarenakan berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi pada Sabtu 21 Mei 2022 lalu menyebutkan kasus Covid-19 dianggap masih tinggi di beberapa negara tersebut.

 

Sementara menurut laporan Saudi Gazette, lima belas negara lainnya yaitu Armenia, Afghanistan, Belarus, Ethiopia, Iran, India, Lebanon, Libya, Republik Demokratik Kongo, Suriah, Somalia, Turki,Vietnam, Venezuela dan Yaman

Miqat Makani bagi Jemaah Haji dan Umrah yang Berasal dari Indonesia

jamaah-umroh-bertawaf-di-sekitar-kabah-di-masa-pandemi_201111203209-482

Jakarta – Miqat makani termasuk dalam bagian dari wajib haji atau umrah. Miqat makani bagi jemaah haji yang berasal dari Indonesia dapat disesuaikan dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Miqat menjadi bagian wajib dalam rangkaian haji atau umrah karena merupakan tempat untuk melakukan ihram. Dengan kata lain, ibadah menjadi tetap sah bila jemaah haji atau umrah meninggalkannya namun wajib mengganti amalan tersebut dengan dam atau denda.

Sebagai batas untuk memulai ibadah haji atau umrah, miqat makani memiliki aturan tersendiri. Ketentuan batas tempat memulai ihram haji atau umrah telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam haditsnya dari Ibnu Abbas RA.

إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَقَّتَ لأَهْلِ الْمَدِينَةِ ذَا الْحُلَيْفَةِ ، وَلأَهْلِ الشَّأْمِ الْجُحْفَةَ ، وَلأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ الْمَنَازِلِ ، وَلأَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمَ ، هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ ، مِمَّنْ أَرَادَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ ، وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ ، حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ

Artinya: Dari Ibnu Abbas ra. berkata, “Rasulullah SAW. Menetapkan miqat bagi penduduk Madinah adalah Zulhulaifah, bagi penduduk Syam adalah Ju’fah, bagi penduduk Najd adalah Qarnul Manazil, dan bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam,” Nabi bersabda, “Itulah miqat bagi mereka dan bagi siapa saja yang datang di sana yang bukan penduduknya yang ingin haji dan umrah, bagi yang lebih dekat dari itu (dalam garis miqat), maka dia (melaksanakan) ihram dari kampungnya, sehingga penduduk Mekah ihramnya dari Mekah,” (HR Muslim).

Bagaimana aturan miqat makani bagi jemaah yang berasal dari Indonesia?

Miqat makani atau tempat jemaah haji dan umrah melakukan ihram bergantung pada urutan gelombang dari keberangkata jemaah. Mengutip dari Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag, berikut daftar lokasi miqat makani yang dilakukan oleh jemaah asal Indonesia.

1. Jemaah gelombang 1 yang mendarat di Madinah mengambil miqat di Bir Ali (Zulhulaifah).

2. Jemaah gelombang 2 bisa mengambil miqat di lokasi berikut:

a) Asrama haji embarkasi di tanah air. Berihram sebelum miqat masih dianggap sah menurut jumhur ulama seperti didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Umi Salamah RA.

“Dari Ummu Salamah RA Rasulullah SAW bersabda: ‘Siapa saja yang berihram haji atau umrah dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang dan pasti mendapat surga.’” (HR Baihaqi).

Namun, bagi jemaah yang telah memulai ihram dari asrama haji embarkasi wajib menjaga diri dari larangan ihram. Mulai dari perjalanan selama 8-11 jam hingga tahalul.

b) Dalam pesawat ketika pesawat melintas sebelum atau di atas Yalamlam atau Qarnul Manazil. Mengingat pesawat bergerak dengan kecepatan lebih dari 800 km/jam atau lebih dari 1 km/detik, jemaah hendaknya segera melaksanakan niat ihram setelah kru pesawat menyampaikan pengumuman.

c) Bandar Udara King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah. Lokasi ini dijadikan miqat sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa pada 28 Maret 1980 tentang keabsahan Bandara Jeddah dijadikan miqat lalu fatwa tersebut dikukuhkan kembali pada 19 September 1981.

Mengutip buku Peta Perjalanan Haji Dan Umrah karya Guz Arifin, miqat sendiri adalah garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak, atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melafadzkan niat dan maksud melintasi batas antara tanah biasa dengan Tanah Suci (Tanah Haram).

 

Sebab itu dikenal dua jenis miqat dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah, yaitu miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani merujuk pada batas waktu sementara miqat makani merujuk pada batas lokasinya.

Arab Saudi Tetapkan Tanggal Pemesanan Bagi Calon Jamaah Haji Domestik

jamaah-haji-menjaga-jarak-sosial-saat-mereka-mengelilingi-kabah_210726094956-470

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Otoritas Arab Saudi telah menentukan tanggal yang ditetapkan terkait pemesanan tiket bagi jamaah haji domestik pada musim haji 2022. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Direksi Dewan Koordinasi Jamaah Haji dalam negeri, Saed Al-Juhani.

“Diharapkan jamaah haji domestik akan dapat memesan paket haji pada awal pekan depan,” tutur Al-Juhani, seperti dilansir Saudi Gazette, Ahad (29/5/2022).

Dia mengungkapkan, ibadah haji tahun ini memiliki tiga paket yang dihadirkan oleh perusahaan haji dalam negeri. Pertama paket Menara Haji di Mina. Kedua ialah paket Deyafah1, bercirikan tenda modern mirip kamar hotel, yang dianggap baru pertama kali muncul pada haji tahun ini.

Sedangkan ketiga adalah paket Deyafah2, yaitu tenda reguler yang dilengkapi dengan semua layanan. Al-Juhani menegaskan bahwa makanan yang akan diberikan kepada jamaah haji domestik, untuk warga dan penduduk, merupakan makanan segar yang sesuai dengan paket yang disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Mekanisme yang sama yang diikuti dalam menyediakan makanan untuk jamaah pada tahun-tahun terakhir, khususnya pada 1440 H, akan diadopsi selama haji tahun ini sehingga akan tersedia prasmanan untuk jemaah dan makanan segar.

Adapun jumlah yang dialokasikan untuk tahun ini sejauh ini, jumlah yang disetujui adalah 150 ribu jamaah haji domestik, baik warga negara maupun penduduk. “Jika ada peningkatan tentu akan diumumkan,” kata Al-Juhani.

Pemerintah Arab Saudi telah membuka pelayanan ibadah haji bagi satu juta orang pada musim haji tahun 1443 Hijriyah/2022 Masehi setelah selama dua tahun menerapkan pembatasan ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menyampaikan bahwa jamaah yang hendak menunaikan ibadah haji ke Makkah tahun ini harus berusia di bawah 65 tahun dan sudah mendapat vaksinasi Covid-19 secara penuh.

Jamaah dari luar negeri tahun ini diperbolehkan menunaikan ibadah haji dengan syarat telah mendapat vaksinasi penuh, menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR, dan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

 

Tahun lalu Arab Saudi membatasi jamaah haji sebanyak 60 ribu orang dari dalam negeri, jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata jamaah haji sebelum masa pandemi Covid-19 yang mencapai 2,5 juta orang.

Seditjen PHU Ingatkan Petugas Layani Jamaah dengan Maksimal

petugas-haji-indonesia_200406130225-221

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdullah mengingatkan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar melayani jamaah dengan maksimal. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Kanwil Kemenag Jawa Timur.

“Sebagai petugas haji, kita harus komitmen terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. Layani jamaah dengan maksimal,” ujar Abdullah saat memberikan sambutan dalam keterangan yang didapat Republika, Senin (30/5/2022).

Bimtek yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur ini ditujukan kepada petugas PPIH Kloter Embarkasi Surabaya 1443 H/2022 M. Giat ini digelar secara  terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kegiatan yang berlangsung sejak 26 Mei 2022 tersebut diikuti 152 peserta. Mereka terdiri atas 38 ketua kloter, 38 pembimbing ibadah haji (TPIHI), serta 76 Tenaga Kesehatan Haji dari Provinsi Jawa Timur, Bali dan NTB.

Semangat yang sama juga disampaikan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Husnul Maram. Menurutnya, kegiatan bimtek ini bertujuan membentuk petugas haji yang memiliki sikap pengabdian, berdedikasi dan kerja keras, serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugasnya yang meliputi pelayanan umum bimbingan ibadah dan pelayanan kesehatan.

Tak hanya itu, Bimtek juga disebut melatih kemampuan dan ketrampilan, serta sikap mental petugas yang baik dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji.

“Bimtek ini sangat penting dalam menentukan suksesnya pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah haji, khususnya yang berasal dari embarkasi Surabaya,” ucap dia.

Tahun ini, embarkasi Surabaya melayani 16.967 jamaah. Jumlah ini terdiri atas 16.087 jamaah haji Jawa Timur, 318 jamaah haji Bali, 291 jamaah haji NTT, 119 jamaah haji Sumatera Selatan dan 152 petugas kloter.