Blog

Kemenag Rilis Jemaah Haji Berhak Berangkat, Dirjen PHU: Persiapkan Diri dan Segera Konfirmasi

umroh-ilustrasi-_150105121024-567

Jakarta (Kemenag) — Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama hari ini merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak berangkat tahun 1443 H/2022 M. Daftar tersebut bisa diakses melalui laman www.haji.kemenag.go.id.

“Alhamdulillah, proses verifikasi daftar nama jemaah haji regular sudah selesai. Saya sudah terbitkan Keputusan Dirjen PHU terkait itu. Daftar nama tersebut sudah diumumkan dan dikirim ke Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia untuk segera ditindaklanjuti,” terang Dirjen PHU Hilman Latief di Jakarta, Minggu (8/5/2022).

Proses verifikasi, kata Hilman, dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah yang berangkat memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Saudi, yaitu: mereka yang berusia paling tinggi 65 tahun 0 bulan per tanggal 30 Juni 2022 serta sudah menerima vaksinasi Covid-19.

“Saya minta, jemaah yang sudah ditetapkan berhak berangkat tahun ini segera mempersiapkan diri dengan baik. Jangan lupa melakukan konfirmasi keberangkatan pada bank tempat mendaftar,” pesan Hilman.

“Jemaah dapat melakukan proses konfirmasi dari 9 – 20 Mei 2022,” imbuhnya.

Hilman mengatakan bahwa Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun ini hanya 100.051. Jumlah ini terdiri atas: 92.825 kuota jemaah haji regular, 7.226 kuota jemaah haji khusus, dan 1.901 kuota petugas. Semuanya berkurang dari kuota normal sehingga tentu saja ada jemaah yang sudah melunasi pada tahun 2020 tapi belum bisa berangkat tahun ini.

“Saya berharap semua saling memberi semangat. Jemaah yang berangkat memberi semangat kepada yang belum berangkat dan mendoakan semoga segera mendapat giliran. Demikian juga jemaah yang belum berangkat, memberi semangat pada mereka yang akan berangkat tahun ini dan mendoakan semoga sehat dan mendapat haji mabrur,” harapnya.

Berkenaan dana haji, Hilman menegaskan bahwa itu tidak lagi dikelola Kementerian Agama, tapi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kementerian Agama hanya mengelola biaya penyelenggaraan pada tahun berjalan setelah dibahas dan disepakati bersama dengan Komisi VIII dan BPKH. 

“Insya Allah seluruh proses manajemen pengelolaan biaya penyelenggaraan ibadah haji dilakukan secara transparan dan ditujukan untuk memberikan kemaslahatan sebesar-besarnya kepada jemaah haji Indonesia,” terang Hilman.

 

“Saya mengimbau masyarakat untuk ikut serta memberikan dukungan dalam menyukseskan penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M,” tandasnya.

Bertolak ke Saudi, Tim Kemenag Finalisasi Layanan Katering Haji

939507_720

Cengkareng (Kemenag) — Tim Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah terus melakukan persiapan haji. Mereka bertolak ke Saudi untuk melakukan finalisasi layanan katering jemaah haji.

“Sesuai arahan Menteri Agama Yaqut, kami tetap bekerja di masa cuti lebaran ini untuk mempersiapkan layanan jemaah haji. Hari ini, sebagian tim bertolak ke Saudi untuk melakukan finalisasi penyediaan layanan katering bagi jemaah haji Indonesia,” terang Sekretaris Ditjen PHU Ahmad Abdullah Yunus saat melepas tim di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (6/5/2022).

Abdullah yang juga Ketua Tim Katering mengatakan, penyiapan layanan konsumsi jemaah sudah dilakukan sejak awal tahun 2022. Namun, karena belum ada kepastian kuota, prosesnya masih dalam tahap negosiasi kontrak dengan basis data perkiraan.

“Tim saat ini ke Saudi untuk finalisasi negosiasi kontrak layanan dengan penyedia konsumsi, khususnya untuk layanan di Jeddah dan pada fase puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna),” jelasnya.

“Alhamdulillah untuk layanan konsumsi di Makkah dan Madinah, proses negosiasi sudah dilakukan, tinggal penyesuaian kuota,” sambungnya.

Setelah proses negosiasi selesai, menurut Abdullah, tim akan mengajukan usulan penetapan penyediaan konsumsi kepada Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dengan begitu, proses kontrak penyedia konsumsi di Makkah, Madinah, Armuzna dan Jeddah bisa segera dilakukan oleh PPK.

 

“Selama musim haji, jemaah haji 1443 H akan mendapat  layanan makan sebanyak maksimal 119 kali. Jumlah ini terdiri atas 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah), dan satu kali makan di bandara Jeddah (saat kedatangan/ kepulangan),” tandasnya.

Kemenag Terus Bersiap, Ini Layanan bagi Jemaah Haji 1443 H

jamaah-haji-shalat-di-depan-kabah-selama_220119125024-413

Jakarta (Kemenag) — Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama terus mempersiapkan layanan bagi jemaah haji. Proses finalisasi dikebut, khususnya setelah adanya kepastian jumlah kuota jemaah Indonesia.

Dirjen PHU Hilman Latief mengatakan bahwa waktu yang tersedia untuk finalisasi penyiapan layanan tidak banyak. Sebab, Pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian kuota pada pertengahan April 2022, atau sepekan sebelum libur dan cuti lebaran. Padahal, jemaah kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022.

Lantas, apa saja layanan yang disiapkan untuk jemaah? Hilman menjelaskan bahwa layanan jemaah terbagi dalam dua kategori besar, yaitu layanan dalam negeri, dan layanan di luar negeri (selama jemaah berada di Arab Saudi).

Layanan Dalam Negeri

Di dalam negeri, jemaah akan menerima sejumlah layanan, mulai dari pemberkasan, hingga layanan keberangkatan dan kepulangan di asrama haji. Layanan di dalam negeri dimulai dengan pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama Komisi VIII DPR hingga terbit Keputusan Presiden. Selanjutnya, Ditjen PHU mengidentifikasi jemaah berhak berangkat sesuai dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan Arab Saudi.

“Daftar nama 92.825 jemaah haji reguler yang berhak berangkat tahun ini sudah ada. Saya sudah terbitkan Surat Keputusan dan sejak kemarin sudah diumumkan dan didistribusikan ke Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia,” terang Hilman di Jakarta, Senin (9/5/2022).

“Selanjutnya, jemaah yang telah ditetapkan berhak berangkat, bisa segera melakukan konfirmasi keberangkatan ke bank tempat jemaah mendaftar,” sambungnya.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab menambahkan, pihaknya saat ini tengah memfinalisasi proses kontrak kerja sama dengan maskapai yang akan memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji Indonesia. Ada dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. “Proses koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, dan Pemerintah Daerah juga terus dilakukan dalam proses persiapan penyelenggaraan haji tahun ini,” jelasnya.

Terkait penyiapan layanan asrama haji, Saiful Mujab menegaskan pihaknya sudah melakukan proses sterilisasi asrama yang akan digunakan untuk fokus pemberangkatan jemaah. Nantinya, ada sejumlah layanan yang disiapkan untuk jemaah, antara lain fasilitas penginapan selama 1 x 24 jam, pemeriksaan akhir kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, pemberian living cost (uang saku), serta pemantapan manasik haji.

“Di asrama haji, jemaah sebelum berangkat akan mendapat layanan konsumsi tiga kali makan dan dua kali snack,” terang Mujab, panggilan akrabnya.

“Saat kembali ke tanah air, jemaah akan mendapat satu kali makanan ringan atau snack,” tandasnya.

Mujab menambahkan, kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M berjumlah 100.051. Jumlah ini terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.

“Jemaah haji reguler rencananya akan terbagi dalam 241 kloter dan diperkirakan akan diberangkatkan dalam 236 penerbangan, dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines,” tandasnya.

Layanan di Saudi

Ada tiga jenis layanan jemaah di Arab Saudi, yaitu: akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid menyebut bahwa layanan akomodasi disiapkan dengan mengacu pada standar kualitas hotel, jarak ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, wilayah, harga, serta kemudahan akses transportasi bus shalawat (khusus di Makkah), dan distribusi katering.

“Di Makkah, hotel jemaah rencananya dibagi dalam lima wilayah: Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal & Misfalah. Penempatan jemaah haji di Makkah dilakukan dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi sesuai Keputusan Dirjen PHU Nomor 140 Tahun 2022,” jelas Subhan.

“Di Madinah, hotel jemaah ada di wilayah Markaziyah atau kawasan terdekat dari Masjid Nabawi. Hotel jemaah dibagi dalam tiga wilayah: Syimaliyah, Janubiyah, dan Gharbiyah,” sambungnya.

 

Sejumlah fasilitas hotel, lanjut Subhan, juga sudah disiapkan. Yaitu, air mineral (1 liter dalam kemasan botol/hari/jemaah), handuk, selimut, peralatan mandi, mesin cuci, dan fasilitas pergantian sprei dan sarung bantal. Pihak hotel akan menyiapkan air zamzam dalam kemasan galon (dispenser).

“Pihak hotel juga harus siapkan petugas angkut koper sampai kamar jemaah, petugas kebersihan, dan petugas keamanan,” paparnya.

Terkait konsumsi, jemaah haji 1443 H akan mendapat layanan makan sebanyak maksimal 119 kali. Jumlah ini terdiri atas 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah), dan satu kali makan di bandara Jeddah (saat kedatangan/ kepulangan).

“Artinya, bisa dikatakan jemaah full mendapatkan makan selama tiga kali per hari selama di Arab Saudi,” jelas Subhan.

“Jemaah juga akan mendapatkan paket kelengkapan konsumsi selama di Makkah, Madinah dan Armuzna berupa kopi, teh, gula, saus sambal, kecap, sendok, dan gelas kaca,” sambungnya.

Untuk mobilitas jemaah di Arab Saudi, Kemenag siapkan tiga jenis layanan transportasi darat. Pertama, layanan angkutan antarkota. Untuk jemaah yang berangkat pada gelombang pertama, rute layanan ini adalah dari Bandara Madinah, Madinah, Makkah, lalu Bandara Jeddah. Untuk jemaah gelombang kedua, rutenya Bandara Jeddah, Makkah, Madinah, lalu Bandara Madinah.

“Untuk kenyamanan jemaah, kami siapkan bus dengan spesifikasi buatan tahun 2017 – 2021,” ujar Subhan.

Kedua, layanan angkutan Shalawat. Bus ini akan memberikan layanan 24 jam selama jemaah ada di Kota Makkah. Bus akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan kembali ke hotel. Ada lima rute yang telah disiapkan, yaitu: 1) Mahbasjin-Bab Ali, 2) Syisyah-Syieb Amir, 3) Raudhah-Syieb Amir, 4) Jarwal-Syieb Amir, dan 5) Misfalah-Jiad.

Untuk memudahkan jemaah, Kemenag juga siapkan halte bus pada tempat strategis di depan hotel sehingga mudah dijangkau. “Kami siapkan petugas di setiap halte dan juga di setiap terminal terdekat Masjidil Haram. Ada juga call center pengaduan,” ucap Subhan.

“Bus yang digunakan adalah jenis city bus dengan spesifikasi pembuatan tahun 2017 – 2021,” lanjutnya.

 

Ketiga, layanan angkutan Masyair. Bus akan melayani jemaah pada fase puncak haji di Makkah. Jemaah jelang wukuf akan diberangkatkan dari hotel masing-masing menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. “Khusus Armuzna, penyediaan bus terpusat, menjadi tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi,” tegas Subhan.

Kemenag Rilis Jemaah Haji Berhak Berangkat, Dirjen PHU: Persiapkan Diri dan Segera Konfirmasi

WhatsApp Image 2022-05-14 at 12.05.40 PM

Jakarta (Kemenag)–Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama hari ini merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak berangkat tahun 1443 H/2022 M. Daftar tersebut bisa diakses melalui laman www.haji.kemenag.go.id.

“Alhamdulillah, proses verifikasi daftar nama jemaah haji regular sudah selesai. Saya sudah terbitkan Keputusan Dirjen PHU terkait itu. Daftar nama tersebut sudah diumumkan dan dikirim ke Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia untuk segera ditindaklanjuti,” terang Dirjen PHU Hilman Latief di Jakarta, Minggu (8/5/2022).

Proses verifikasi, kata Hilman, dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah yang berangkat memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Saudi, yaitu: mereka yang berusia paling tinggi 65 tahun 0 bulan per tanggal 30 Juni 2022 serta sudah menerima vaksinasi Covid-19.

“Saya minta, jemaah yang sudah ditetapkan berhak berangkat tahun ini segera mempersiapkan diri dengan baik. Jangan lupa melakukan konfirmasi keberangkatan pada bank tempat mendaftar,” pesan Hilman.

“Jemaah dapat melakukan proses konfirmasi dari 9 – 20 Mei 2022,” imbuhnya.

Hilman mengatakan bahwa Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun ini hanya 100.051. Jumlah ini terdiri atas: 92.825 kuota jemaah haji regular, 7.226 kuota jemaah haji khusus, dan 1.901 kuota petugas. Semuanya berkurang dari kuota normal sehingga tentu saja ada jemaah yang sudah melunasi pada tahun 2020 tapi belum bisa berangkat tahun ini.

“Saya berharap semua saling memberi semangat. Jemaah yang berangkat memberi semangat kepada yang belum berangkat dan mendoakan semoga segera mendapat giliran. Demikian juga jemaah yang belum berangkat, memberi semangat pada mereka yang akan berangkat tahun ini dan mendoakan semoga sehat dan mendapat haji mabrur,” harapnya.

Berkenaan dana haji, Hilman menegaskan bahwa itu tidak lagi dikelola Kementerian Agama, tapi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kementerian Agama hanya mengelola biaya penyelenggaraan pada tahun berjalan setelah dibahas dan disepakati bersama dengan Komisi VIII dan BPKH.

“Insya Allah seluruh proses manajemen pengelolaan biaya penyelenggaraan ibadah haji dilakukan secara transparan dan ditujukan untuk memberikan kemaslahatan sebesar-besarnya kepada jemaah haji Indonesia,” terang Hilman.

“Saya mengimbau masyarakat untuk ikut serta memberikan dukungan dalam menyukseskan penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M,” tandasnya.

Kemenag Finalisasi Data Jemaah Haji Reguler Berhak Berangkat 2022

1651975200

Jakarta (Kemenag) — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2022 M / 1443 H terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Pasca Arab Saudi mengumumkan kuota haji Indonesia, baik reguler maupun khusus, pada tengah April 2022, kini Ditjen PHU optimalkan masa cuti lebaran untuk finalisasi data jemaah berhak berangkat tahun 2022.

 

Finalisasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Jemaah yang bisa berangkat haji tahun ini adalah mereka yang berusia paling tinggi 65 tahun 0 bulan per tanggal 30 Juni 2022. Selain itu, mereka juga sudah menerima vaksinasi lengkap Covid-19.

 

“Waktu persiapan penyelenggaraan haji sudah tidak banyak. Tanggal 4 Juni 2022 sudah mulai ada pemberangkatan. Sesuai arahan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, kami optimalkan masa cuti lebaran untuk finalisasi data jemaah haji reguler berangkat tahun 2022,” terang Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab di Jakarta, Minggu (8/5/2022).

 

Menurutnya, finalisasi harus segera diselesaikan agar data tetap jemaah haji reguler yang berangkat tahun ini bisa diumumkan. Sehingga, mereka memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan.

 

“Alhamdulillah untuk data jemaah haji reguler berhak berangkat tahun 2022, per hari ini sudah selesai. Semua data sudah kami koordinasikan dengan Kanwil dan juga tim Siskohat. Proses berikutnya adalah penerbitan SK Dirjen PHU,” sebut Saiful Mujab.

 

“Data final jemaah berangkat tahun 2022 ini akan kami umumkan melalui laman www.haji.kemenag.go.id agar jemaah bisa segera mengaksesnya. Kami targetkan, awal pekan depan data sudah diumumkan,” tandasnya.

 

Tahun ini, Pemerintah Arab Saudi melalui aplikasi e-Haj mengumumkan bahwa jemaah haji reguler mendapat 92.825 kuota. Sementara untuk haji khusus, Saudi juga sudah menentukan jumlah kuotanya, sebesar 7.226 jemaah. Kuota petugas tahun ini berjumlah 1.901 orang. Sehingga, total jumlah kuota haji Indonesia adalah 100.051 orang.

Total 6,6 Juta Izin Umroh Dikeluarkan Selama Ramadhan

In this Feb. 24, 2020, photo, Muslim pilgrims pray near the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, as worshippers circumambulate around during the minor pilgrimage, known as Umrah in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia. Saudi Arabia halted Thursday, Feb. 27 travel to the holiest sites in Islam over fears of the global outbreak of the new coronavirus just months ahead of the annual hajj pilgrimage, a move coming as the Mideast has over 220 confirmed cases of the illness. (AP Photo/Amr Nabil)

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Kerajaan Arab Saudi mencatat sekitar 6,6 juta izin umroh  dikeluarkan selama bulan suci Ramadhan. Kementerian Haji dan Umroh menyebut adanya izin ini memungkinkan umat Islam untuk melakukan haji di Masjidil Haram, Makkah.

Bulan Ramadhan, yang berakhir pada Ahad (1/5/2022) kemarin, biasanya merupakan musim puncak untuk ritual umroh  dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah.

Dilansir di Gulf News, Jumat (6/5), saat ini untuk pelaksanaan sholat di Masjidil Haram tidak memerlukan izin. Namun, izin resmi tetap wajib untuk melakukan umroh .

Dalam unggahannya di Twitter, Kementerian mengatakan sekitar 146.736 izin dikeluarkan untuk pria Muslim dan 116.045 bagi wanita di periode yang sama, untuk mengunjungi Al Rawdah Al Sharifa atau tempat pemakaman Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Arab Saudi telah melihat peningkatan arus masuk peziarah selama Ramadhan 1443 H kemarin.

Kerajaan baru-baru ini diketahui melonggarkan langkah-langkah atau aturan untuk melakukan umroh, setelah sebagian besar melonggarkan pembatasan terhadap Covid-19.

Pihak berwenang telah mencabut beberapa tindakan pencegahan, termasuk menghapuskan syarat izin untuk sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kementerian Haji dan Umroh  juga mengatakan pemeriksaan imunisasi untuk memasuki kedua tempat suci telah dibatalkan untuk semua jamaah.

Arab Saudi baru-baru ini juga telah mengumumkan bahwa musim umroh 1443 Hijriyah bagi jamaah haji dari luar Arab Saudi akan berakhir pada 30 Syawal.

Dilansir dari laman Bernama pada Kamis (5/5/2022), Kementerian Haji dan Umroh  Arab Saudi dalam sebuah pernyataan pada Selasa (3/5/2022) mengatakan jaamaah dari luar kerajaan dapat mengajukan visa umroh  individu melalui platform yang disediakan oleh Arab Saudi.

Menurut pernyataan itu, kementerian akan segera mengumumkan tanggal aplikasi haji 1443 Hijriah dan prosedur terkait melalui saluran resmi kementerian.

Adapun selain dari 10 hari terakhir Ramadhan, Syawal masih menjadi waktu favorit bagi jamaah untuk melaksanakan umroh. Untuk itu bisa dikatakan ada dua waktu yang diburu jamaah untuk umroh, yaitu Ramadhan dan Syawal.

Sumber: gulfnews

Saudi Bakal Tetapkan Akhir Musim Umroh

52793-suasana-masjidil-haram-di-makkah-yang-sepi-akibat-virus-corona

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan tanggal akhir musim umrah bagi mereka yang datang dari luar Arab Saudi. Kementerian menyebutkan bahwa musim umrah bagi mereka yang datang dari luar Kerajaan dengan visa umrah akan ditutup pada akhir 30 Syawal.

Dilansir dari Saudi Gazette pada Rabu (5/4/2022), mereka yang datang dari luar Arab Saudi dapat meminta pemohon untuk mengeluarkan visa umrah melalui platform elektronik yang disetujui untuk layanan umrah bagi individu.

Kementerian menegaskan bahwa mereka akan mengumumkan tanggal pendaftaran dan penyerahan haji tahun ini, serta prosedur yang terkait dengannya melalui saluran resminya.

Perlu disebutkan bahwa kementerian sebelumnya telah meminta orang-orang untuk memperbarui aplikasi Eatamarna ke versi terbarunya, atau menghapusnya dan mengunduhnya lagi, untuk memecahkan masalah kemungkinan kegagalan fungsi sehingga mereka dapat memesan izin umrah.

Menurut laporan pejabat setempat, Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan sekitar lima juta izin visa umroh sejak Ramadhan dimulai pada 2 April. Juru bicara Kementerian Haji menyebut lebih dari satu juta visa telah dikeluarkan untuk Muslim dari luar negeri.

Terjadi peningkatan jumlah jamaah umroh setelah Kerajaan melonggarkan sejumlah pembatasan Covid-19, termasuk melonggarkan langkah-langkah melakukan umroh, membatalkan syarat diperlukannya izin untuk sholat di Masjidil Haram di Makkah dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah.

(ihram.co.id/ICA)

Anak-Anak Dibekali Gelang Pemandu Selama di Masjidil Haram Cegah Tersesat

939507_720

IHRAM.CO.ID, MAKKAH — Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci meluncurkan program yang ditujukan untuk membimbing anak-anak yang tidak berbahasa Arab.

Program tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak agar tidak terseaat selama berada di Masjidil Haram. 

“Departemen sangat ingin mengurus peziarah kecil dan menyediakan semua layanan yang dibutuhkan untuk mereka,” kata Direktur Departemen Pengunjung Kecil di Kepresidenan Fahd Al-Hatirshi, dilansir dari Saudi Gazette pada Kamis (21/4/2022).

Program tersebut berjudul “Kode Bimbingan” dengan memberikan gelang untuk anak-anak yang ikut umroh. Gelang dipasang di pergelangan tangan saat mereka tiba di Masjidil Haram.

Gelang tersebut akan berisi informasi dasar mengenai anak, termasuk nomor ponsel wali. Ini akan memfasilitasi akses yang lebih mudah kepada mereka jika anak hilang sekaligus membatasi kemungkinan anak tersesat.

Dia mengatakan peluncuran layanan baru ini merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial Kepresidenan.

Wakil Ketua Kepresidenan, Amjad Al-Hazmi, mengatakan Kepresidenan ingin memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah umrah dan pengunjung Masjidil Haram, termasuk anak-anak.

Hal ini untuk meningkatkan tingkat tanggung jawab sosial dan mengaktifkan sosialisasi layanan dan inisiatif yang diberikan oleh Kepresidenan sehingga memungkinkan para peziarah dan jamaah untuk melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi Mengeluarkan 23 juta izin sejak awal musim umroh dibuka. Juru bicara layanan haji dan umrah Hisyam Al-Saeed mengatakan warga, penduduk, dan pengunjung yang datang dari luar Arab Saudi bisa mendapatkan izin umroh selama bulan suci Ramadhan.

Izin umroh masih tersedia bagi orang-orang yang ingin memesan. Al-Saeed mencatat jumlah orang yang ingin melakukan umroh sangat besar, khususnya setelah pengumuman Raja Salman mengizinkan penggunaan kapasitas penuh Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Pengumuman ini muncul setelah mencabut aturan pencegahan dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi. “Kami siap untuk jumlah berapa pun,” ujar dia.

Pasukan Khusus Pengamanan Haji dan Umroh, Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjidil Haram, dan Kementerian Haji dan Umroh yang diwakili oleh staf lapangan, berkoordinasi untuk mempersiapkan Dua Masjid Suci secara penuh menyambut jamaah umroh yang telah mendapat izin tersebut. Dia mencatat staf lapangan siap mengelola jamaah dengan cara profesional yang biasa.

Sebanyak 56 negara telah mendapatkan layanan penerbitan izin umroh sebelum memasuki Arab Saudi hingga saat ini. Layanan ini, membantu mereka yang ingin melakukan umrah untuk merencanakan perjalanan yang sesuai untuk merek.

RI Akan Berangkatkan 100.051 Jemaah Haji Tahun Ini

kabah-di-masjidil-haram-saat_210730081530-875

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia memastikan akan memberangkatkan 100.051 jemaah haji pada penyelenggaraan haji tahun 1443 hijriah/2022.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengemukakan keberangkatan haji tahun ini menjadi kabar baik, setelah dua tahun tidak ada satu pun jemaah Indonesia yang berangkat ke Saudi karena pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah atas ikhtiar dan doa kita semua, di tahun ini kita akan kembali memberangkatkan jemaah haji dengan kuota 100.051 jemaah dan 1.901 petugas,” ujar Yaqut dalam keterangan resmi, Senin (25/4/2022).

 

Yaqut mengungkapkan, kloter pertama jemaah direncanakan akan diberangkatkan pada 4 Juni mendatang. Ia meminta jajaran terkait untuk bekerja cepat dan cermat untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji ini.

“Saya tidak mau ada yang santai-santai, sebanyak apapun pengalaman yang dimiliki dalam penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.

Yaqut menegaskan, kecepatan dan kecermatan dalam persiapan penyelenggaraan haji harus dilakukan, mengingat ini adalah kali pertama Indonesia memberangkatkan jemaah haji pada masa pandemi.

“Karena haji kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak beberapa hari lalu kita sudah bersusah payah untuk mendapatkan kuota haji, kali ini kita harus bersusah payah agar pelaksanaan haji bisa berjalan dengan baik dan lancar,” kata Yaqut.

Pemerintah bersama DPR sendiri telah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah haji tahun ini, rata-rata sebesar Rp39,89 juta.

“Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata per jemaah disepakati sebesar Rp39.886.009. Ini meliputi biaya penerbangan, sebagian biaya akomodasi di Makkah dan Madinah, biaya hidup (living cost), dan biaya visa,” ungkap Yaqut.

Yaqut menjelaskan, Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan. Tahun ini disepakati biayanya senilai Rp808.618,80 per jemaah.

Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati sebesar Rp41.053.216,24 per jemaah. Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp81.747.844,04 per jemaah.

Anak-Anak Dibekali Gelang Pemandu Selama di Masjidil Haram Cegah Tersesat

Empty attachment or post type not equal ‘attachment’

IHRAM.CO.ID, MAKKAH — Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci meluncurkan program yang ditujukan untuk membimbing anak-anak yang tidak berbahasa Arab.

Program tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak agar tidak terseaat selama berada di Masjidil Haram. 

“Departemen sangat ingin mengurus peziarah kecil dan menyediakan semua layanan yang dibutuhkan untuk mereka,” kata Direktur Departemen Pengunjung Kecil di Kepresidenan Fahd Al-Hatirshi, dilansir dari Saudi Gazette pada Kamis (21/4/2022). 

Program tersebut berjudul “Kode Bimbingan” dengan memberikan gelang untuk anak-anak yang ikut umroh. Gelang dipasang di pergelangan tangan saat mereka tiba di Masjidil Haram. 

Gelang tersebut akan berisi informasi dasar mengenai anak, termasuk nomor ponsel wali. Ini akan memfasilitasi akses yang lebih mudah kepada mereka jika anak hilang sekaligus membatasi kemungkinan anak tersesat.  

Dia mengatakan peluncuran layanan baru ini merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial Kepresidenan.  

Wakil Ketua Kepresidenan, Amjad Al-Hazmi, mengatakan Kepresidenan ingin memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah umrah dan pengunjung Masjidil Haram, termasuk anak-anak. 

Hal ini untuk meningkatkan tingkat tanggung jawab sosial dan mengaktifkan sosialisasi layanan dan inisiatif yang diberikan oleh Kepresidenan sehingga memungkinkan para peziarah dan jamaah untuk melakukan ritual mereka dengan mudah dan nyaman.   

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi Mengeluarkan 23 juta izin sejak awal musim umroh dibuka. Juru bicara layanan haji dan umrah Hisyam Al-Saeed mengatakan warga, penduduk, dan pengunjung yang datang dari luar Arab Saudi bisa mendapatkan izin umroh selama bulan suci Ramadhan.  

Izin umroh masih tersedia bagi orang-orang yang ingin memesan. Al-Saeed mencatat jumlah orang yang ingin melakukan umroh sangat besar, khususnya setelah pengumuman Raja Salman mengizinkan penggunaan kapasitas penuh Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.  

Pengumuman ini muncul setelah mencabut aturan pencegahan dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi. “Kami siap untuk jumlah berapa pun,” ujar dia. 

Pasukan Khusus Pengamanan Haji dan Umroh, Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjidil Haram, dan Kementerian Haji dan Umroh yang diwakili oleh staf lapangan, berkoordinasi untuk mempersiapkan Dua Masjid Suci secara penuh menyambut jamaah umroh yang telah mendapat izin tersebut. Dia mencatat staf lapangan siap mengelola jamaah dengan cara profesional yang biasa.

Sebanyak 56 negara telah mendapatkan layanan penerbitan izin umroh sebelum memasuki Arab Saudi hingga saat ini. Layanan ini, membantu mereka yang ingin melakukan umrah untuk merencanakan perjalanan yang sesuai untuk merek. 

 

Source : https://ihram.republika.co.id/berita/rap4f9320/anakanak-dibekali-gelang-pemandu-selama-di-masjidil-haram-cegah-tersesat